21 November 2008

KD. 2.3 Kelas XII Buddha, Bodhisatva dan Arahat

1. Jelaskan definisi Buddha!
2. Jelaskan Definisi Bodhisatva!
3. Jelaskan definisi Arahat!
4. Sebutkan macam-macam Buddha!
5. Sebutkan macam-macam Bodhisatva!
6. Sebutkan macam-macam Arahat!
7. Bagaimana cara mencapai kebuddhaan?
8. Apakah setiap manusia memiliki benih-benih kebuddhaan? Jelaskan!

15 komentar:

niLuH mengatakan...

nilUh ..

k.D 2.3 kelas XII

4. ada 3 jenis Buddha,

SammaSambuddha = Orang yang mencapai pencerahan sempurna dengan usahanya sendiri tanpa bantuan oleh orang lain; Beliau dapat mengajarkan Dhamma dan ADA dari org2 yg diajarkan tersebut mencapai Kesucian.


Pacceka Buddha = Orang yang mencapai pencerahan sempurna dengan usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain; Tidak terlalu pandai dalam membabarkan Dhamma dan TIDAK ADA org yg mencapai kesucian dari-Nya.

Savaka Buddha (ARAHAT) = Orang yang mencapai kesucian tertinggi SETELAH mendengarkan Dhamma dan meresapinya sendiri dari seorang SammaSambuddha.

fredys mengatakan...

4.ada 3 macam budha yaitu:
-sammasambudha-ialah budha yang mencapai penerangan sempurna atas usahanya sendiri dan dapat mengajarkan dan membimbing kepada muridnya untuk mencapai kebudhaan.

fredys mengatakan...

5.
ada 3 macam bodhisatva yaitu:
-pannadhika bodisatva yaitu bodhisatva yang kuatdalam hal kebijaksanaan,
-sadhadhika bodhisatva yaitu bodhisatva yang kuat dalam hal keyakinan,
-viriyadhika bodhisatva yaitu bodhisatva yang kuat dalam hal semangat.

fredys mengatakan...

4.sambungan
savaka budha yaitu murid sammasambudha yang telah mencapai penerangan sempurnadan dapat mengajarkan dan membimbing orang lain untuk menjadi budha.
-pacceka budha yaitu seseorang yang mencapai kebudhaan denan usaha sendiri,namun tidak bisamembimbing orang lain untuk menjadi budha.

fredys mengatakan...

budha adalh gelar unuk sesorang yang telah mencapai penerangan sempurna dengan melepaskan diri dari belenggu2 batin(samyojana)dalam roda kehidupan.

niLuh mengatakan...

no 2.

Bodhisattva adalah siapa saja yang didorong oleh iba dan berusaha pencerahan tidak hanya untuk dia pribadi tetapi juga untuk semua orang, seseorang yang bertekad mencapai penerangan sempurna (BODHI).

fredys mengatakan...

bodisatva adalah orang yang bercita-cita untuk mencapai kebudhaan

niLuH mengatakan...

ada 3 macam bodhisatva yaitu:

1. pannadhika bodisatva yaitu bodhisatva yang kuat dalam hal kebijaksanaan

2. sadhadhika bodhisatva yaitu bodhisatva yang kuat dalam hal keyakinan

3.viryadhika bodhisatva yaitu bodhisatva yang kuat dalam hal semangat

niLuH mengatakan...

no 1 ...

Buddha adalah gelar untuk orang yang mencapai tingkat kesucian tertinggi.

niLuH mengatakan...

3. Arahat (Arahanto): adalah orang yang telah menghancurkan segala āsava. Mereka disebut 'Arahat' karena musuh - musuh (arīnaṃ) berupa kekotoran batin dan jeruji (arānaṃ) roda samsara telah dihancurkan (hatattā) oleh mereka; karena mereka tetap waspada terhadapnya (ārakattā); karena mereka pantas (arahattā) memperoleh kebutuhan pokok dan sebagainya; dan karena mereka tidak melakukan perbuatan jahat apapun, sekalipun secara sembunyi - sembunyi (arahābhāvā).

fredy mengatakan...

3. Arahat (Arahanto): adalah orang yang telah menghancurkan segala āsava. Mereka disebut 'Arahat' karena musuh - musuh (arīnaṃ) berupa kekotoran batin dan jeruji (arānaṃ) roda samsara telah dihancurkan (hatattā) oleh mereka; karena mereka tetap waspada terhadapnya (ārakattā); karena mereka pantas (arahattā) memperoleh kebutuhan pokok dan sebagainya; dan karena mereka tidak melakukan perbuatan jahat apapun, sekalipun secara sembunyi - sembunyi

niLuh mengatakan...

7. Melepaskan kenikmatan, kesukaan dan kegemaran serta kemelekatan pada segala sesuatu yang dilihat, dirasa, disentuh, di cium baunya, didengar, dipikirkan atau khayalan. cara mengatasi kenikmatan duniawi disebut ‘Jalan Tengah Berunsur Delapan’(Ariya Atthangiko Magga) terdiri dari:

* Pengertian Benar (Sammă Ditthi) adalah pengetahuan yang disertai dengan pengertian terhadap Empat Kesunyataan Mulia (dukkha, asal mula dukkha, lenyapnya dukkha, dan jalan untuk melenyapkan dukkha).

* Pikiran Benar (Sammă Sankappa) adalah pikiran yang bebas dari hawa nafsu (raga), kemauan buruk (byapada), kekejaman (vihimsa), dan semacamnya.

* Ucapan Benar (Sammă Văca)berusaha menahan diri dari berbohong (musăvădă), memfitnah (pisunăvăcă), berucap kasar/caci maki (pharusavăcă), dan percakapan-percakapan yang tidak bermanfaat/pergunjingan (samphappalăpă).

* Perbuatan Benar (Sammă Kammantă)berusaha menahan diri dari pembunuhan, pencurian, perbuatan asusila, perkataan tidak benar, dan penggunaan cairan atau obat-obatan yang menimbulkan ketagihan dan melemahkan kesadaran.

* Penghidupan Benar (Sammă Ăjiva)menghindarkan diri dari bermata pencaharian yang menyebabkan kerugian atau penderitaan makhluk lain. "Terdapat lima objek perdagangan yang seharusnya dihindari, yaitu: makhluk hidup, senjata, daging, minum-minuman keras, dan racun" (Anguttara Nikaya, III, 153).

* Usaha Benar (Sammă Văyama)dapat diwujudkan dalam empat bentuk tindakan, yaitu: berusaha mencegah munculnya kejahatan baru berusaha menghancurkan kejahatan yang sudah ada berusaha mengembangkan kebaikan yang belum muncul berusaha memajukan kebaikan yang telah ada.

* Perhatian Benar (Sammă Sati)
Perhatian Benar dapat diwujudkan dalam empat bentuk tindakan, yaitu:
o perhatian penuh terhadap badan jasmani (kăyănupassană)
o perhatian penuh terhadap perasaan (vedanănupassană)
o perhatian penuh terhadap pikiran (cittanupassană)
o perhatian penuh terhadap mental/batin (dhammanupassană)
Keempat bentuk tindakan tersebut bisa disebut sebagai Vipassană Bhăvană.

* Konsentrasi Benar (Sammă Samădhi)berarti pemusatan pikiran pada obyek yang tepat sehingga batin mencapai suatu keadaan yang lebih tinggi dan lebih dalam. Cara ini disebut dengan Samatha Bhăvană. Tingkatan-tingkatan konsentrasi dalam pemusatan pemikiran tersebut dapat digambarkan dalam empat proses pencapaian Jhana, yaitu:
o Bebas dari nafsu-nafsu indria dan pikiran jahat, ia memasuki dan berdiam dalam Jhăna pertama, di mana vitakka (penempatan pikiran pada objek) dan vicăra (mempertahankan pikiran pada objek) masih ada, yang disertai dengan kegiuran dan kesenagan (piti dan sukha).
o Dengan menghilangkan vitakka dan vicara, ia memasuki dan berdiam dalam Jhăna kedua, yang merupakan ketenangan batin, bebas dari vitakka dan vicăra, memiliki kegiuran (piti) dan kesenangan (sukha) yang timbul dari konsentrasi.
o Dengan meninggalkan kegiuran, ia berdiam dalam ketenangan, penuh perhatian dan sadar, dan merasakan tubuhnya dalam keadaan senang. Dia masuk dan berdiam dalam Jhăna ketiga.
o Dengan meninggalkan kesenangan dan kesedihan, dia memasuki dan berdiam dalam Jhăna keempat, keadaan yang benar-benar tenang dan penuh kesadaran di mana kesenangan dan kesedihan tidak dapat muncul dalam dirinya.

niLuH mengatakan...

8. Setiap orang memiliki potensi untuk mencapai Kebuddhaan. Dengan menggali jati-diri masing-masing, kita akan menemukan pandangan yang sama, di mana tiada lagi "milikku" dan "milikmu".
Buddha mengajarkan kepada semua makhluk untuk menggali benih Kebuddhaan dan menemukan diri yang sejati. Tapi sebelumnya bersihkanlah batinmu, karena bagaimana benih Kebuddhaan dapat tumbuh jika batinmu penuh noda?
Dunia ini penuh penderitaan. Menjadi manusia juga merupakan suatu penderitaan, tetapi itulah satu-satunya jalan untuk mencapai Kebuddhaan.

niLuH mengatakan...

no 6 ...........

10 formasi AraHat:
1. Sariputta
2. Moggalana
3. Rahula
4. Punna
5. Kaccana
6. Subhuti
7. Anurudha
8. Kassapa
9. Upali
10. Ananda

niLuH mengatakan...

no 6 ........

arahat ada 4 macam :
1. Sukkhavipassako = Arahat yang tidak mempunyai Jhana / Abhinna. Hanya
melaksanakan vipassana Bhavana saja.

2. Tevijjo = Arahat yang mempunyai Vijja [Pengetahuan] yaitu :
Berkemampuan untuk mengingat penitisan lampau ; Melihat alam-alam halus dan
berkesanggupan melihat muncul-lenyapnya makhluk yang menitis sesuai dengan
kamma masing-masing ; Berkemampuan untuk memusnahkan arus kekotoran bathin atau
Asava

3. Chalabinno = Arahat yang mempunyai 6 macam tenaga bathin.
1. berkemampuan mengingat penitisan lamapu
2. Melihat alam-alam halus dan berkesanggupan melihat muncul-lenyapnya
makhluk yang menitis sesuai dengan kamma masing-masing
3. Berkemampuan untuk memusnahkan arus kekotoran bathin atau Asava
4. Berkemampuan membaca pikiran makhluk-makhluk lain
5. Telinga bathin yang berkemampuan untuk mendengar suara-suara dari alam
manusia, dewa, braham yang dekat maupun yang jauh.
6. Kekuatan gaib yang terdiri dari :
Dengan kekuatan kehendak dapat mengubah tubuh sendiri dari satu menjadi banyak
atau sebaliknya ; menyalin rupa, menciptakan dengan menggunakan pikiran ;
menembus ajaran ; menembus dinding / gunung ; menyelam kedalam bumi ; berjalan
di atas air ; melawan api ; terbang diangkasa.. dll


4. Patisambhidappatto = Arahat yang memiliki pengertian sempurna yang
terdiri dari 4 macam :
1. Pengertian mengenai arti-maksud dari sesuatu dan mampu memberi
keterangan secara terperinci
2. Pengertian mengenai inti sari dari sesuatu dan mampu mengeluarkan
pertanyaan
3. Pengertian mengenai bahasa dan mampu memakai kata-kata yang mudah
dimengerti
4. Pengertian mengenai kebijaksanaan dan mampu menjawab seketika bila ada
pertanyaan secara mendadak.