25 Januari 2011

Pengertian Meditasi



Dalam bahasa Pali atau Sansekerta, meditasi disebut sebagai Samadhi. Kata Samadhi dinyatakan Buddha dalam khotbah pertamanya Dhammacakkapattana sutta. Kata Samadhi berasal dari kata sam-a-dha yang artinya menyatukan atau konsentrasi, yang berkaitan dengan keadaan bathin tertentu. Kata itu merupakan kata teknis yang berarti keadaan batin dan cara untuk mencapai keadaan batin tersebut.
                Dalam percakapan antara Bhikkhu Dahammadinna dan Upasika Visakha (Majjhima Nikaya I.301) Samadhi diartikan sebagai ‘keadaan batin dan cara melihat batin’. Visakha bertanya : “Apa itu Samadhi?” Bhikkhu menjawab: “ Samadhi adalah cittassa ekaggata (pikiran terpusat)”.
                Setiap orang yang melaksanakan bhavana memerlukan objek. Objek meditasi merupakan alat Bantu yang mengarahkan pikiran seseorang agar cepat terpusat, sehingga demikian kemajuan batin agar dapat berproses dengan baik. Objek meditasi yang digunakan oleh seseorang harus sesuai dengan wataknya (carita) agar ia mudah memusatkan pikiran. Apabila objek meditasi tidak sesuai dengan carita, maka pemusatan pikiran sangat sulit atau lambat sekali untuk dapat tercapai. Hal ini bagaikan orang yang mengambil jurusan bahasa namun belajar matematika.
Ada 40 macam objek meditasi yang dapat digunakan oleh umat Buddha.
1)      Objek meditasi yang sesuai dengan Ragacarita adalah 10 Asubha (menjijikkan atau tidak indah) dan Kayagatasati. Dalam meditasi asubha adalah objek meditasi yang berupa mayat, yaitu kita melihat sepuluh tahap kehancuran mayat, dari mayat baru, membengkak, pecah, bernanah, berbelatung dan seterusnya hingga menjadi tengkorak. Sedangkan Kayagatasati adalah perhatian yang diarahkan pada jasmani. Kita memperhatikan bahwa jasmani ini tidak indah karena sesungguhnya tubuh kita hanya terbungkus oleh kulit, bila tubuh kita dibuka maka tubuh kita ini tidak akan menarik, maka tidak perlu jasmani ini untuk mencapai kesucian batin.
2)      Objek meditasi untuk Dosacarita ada 8 buah, yaitu 4 kasina warna (merah, putih, biru, kuning) dan 4 apamanna (brahma vihara) yaitu metta, karuna, mudita dan upekkha.
3)     Objek meditasi bagi mohacarita dan vittakacarita adalah memperhatikan pernapasan (Anapanasati) yaitu memperhatikan keluar dan masuknya nafas dan pikiran kita hanya bertugas memperhatikan hal ini saja tanpa memberikan komentar apapun.
4)     Objek meditasi saddhacarita adalah 6 perenungan (Anussati), yaitu perenungan tentang Buddha, Dhamma, Sangha, Sila, Caga dan Devata.
5)     Objek meditasi bagi Buddhicarita ada 4 buah yaitu, maranasati (perhatian pada kematian) Upasamanusati ( perenungan tentang ketenangan ) Aharepatikkulasama (perenungan atau berkesan bahwa makanan adalah menjijikkan) dan Catudhatu Vavatthana (Analisis 4 unsur yang bentuk tubuh)
6)     Objek meditasi untuk sabbacarita ada 10 buah, yaitu 6 kasina dan 4 arupa. Enam kasina : Pathavi (zat padat), Apo (Zat cair), Tejo (Zat panas, api), Vayo (Zat udara, angin), Akasa (tuang) dan Aloka (sinar). Sedangkan  4 arupa (Akasananca, Vinnanancayatana, Akincannayatana dan Neva sannanasannayatana) merupakan objek meditasi bagi mereka yang telah sukses mencapai rupa jhana dan berkeinginan untuk mengembangkan arupa jhana.

Tiga puluh enam objek merupakan dasar untuk mencapai Rupa Jhana. Sedangkan empat objek Arupa hanya digunakan setelah seorang sukses mencapai Rupa Jhana IV dan berkeinginan melanjutkan meditasinya agar mencapai Arupa Jhana. 


Tidak ada komentar: