01 May 2015

My Achievement: Bisnis Mudah CMN Moorflie

Bulan April menjadi bulan yang penuh berkah. Mau tau ceritanya? Simak ya...

Pertengahan Maret lalu, seorang teman mengajak gabung di CMN Moorlife. Sebenarnya ga terlalu antusias sih, selain gak kenal produknya, gak tau sistemnya, emang aku suka angin-anginan kalo soal bisnis. Berhubung yang ngajak adalah istri bos di vihara tempatku mengabdi, makanya kuputuskan join ajalah gak rugi juga kan dapat produknya.

Sampai akhir bulan belum beraksi apa-apa, hanya sempat lihat-lihat katalog tapi belum mulai jualan. Nah, di awal April, waktu aku datang ke stokis waktu mau beli barang, dapat katalog promo. Lihat ada promo yang heboh-heboh...hmm mulai deh semangat jualannya menyala. Aku posting di grup bbm, di fb, dan blog. Sengaja aku kasih harga termurah, selain dari diskon member, aku tambahin dari bonus promo, akhirnya banyak yang minat beli. Bahkan sampai detik-detik terakhir mau ditutup promonya masih ada yang mau order, sayang udah gak terkejar ke stokisnya.

Yuhuu... hitung-menghitung, ternyata bulan April omset penjualanku mencapai 9 juta...woww. Gak nyangka bangetttss. Dari iseng-iseng akhirnya jadi 'berhadiah'. Hadiahnya banyak banget....sumpah!! Nih kupamerin ya...
  1. Setiap kelipatan 1 juta dapat 1 pcs Toples Vaso (warnanya Ok banget...Ungu-pink, dapat 9 biji, hmm lumayan buat Waisak nanti dipamerin di meja tamu)
  2. Setiap kelipatan 1,75 juta dapat Voucher Rp140.000 (dapat 5 Voucher = Rp 700.000. Berarti udah balik modal dong ya...)
  3. Bulan April berhasil rekrut 3 orang, dapat hadiah 3 medium bowl....asyeekk.
  4. Karena memberku udah 4 orang, maka aku bisa jadi Head. So...bulan depan sudah berhak menikmati bonus 1,5% dari omset seluruh memberku (lumayan buat jajan)
Ok fixed, jadi bulan ini semangat kerja keras biar bisa ikut ke Thailand, Sadhu!!!

Hayuukk, yang pengen menikmati bonus-bonus sepertiku, jangan ragu untuk gabung ke CMN. Mau tau caranya agar bisa join tanpa modal? Atau mau tanya-tanya dulu juga boleh...Hubungi no kontakku ya

Kuntari - Hp.081366310605 - Pin 51B10BCF

25 February 2015

Tahun Baru yang Tertunda

Pagi yang cerah di hari Rabu, santai sejenak sambil nungguin si kecil yang masih bobo', mumpung gak ngajar jam pertama iseng surfing kesana kemari akhirnya menclok di blog reyot ini...
Setahun full tidak posting satupun, terkadang rindu juga, tapi apa daya... kesibukan dunia nyata begitu menyita waktu dan tenaga. Setiap kali tiba di rumah, tubuh sudah terkalahkan oleh gravitasi, ingin segera nyungsep ke kasur dan zzzz....
Namun, rasa syukur tak henti kupanjatkan, mengingat setahun yang lalu hari-hariku dipenuhi kegalauan terhadap penyakit yang menggerogoti tubuh. Akhirnya dapat menikmati kedamaian terbebas dari kista mesentrium. Saking merasa bebasnya sampai kebablasan tidak bisa menjaga berat badan dan wiuuzzz....I'm 55 kg now! 
Setahun ini aku mengalami transformasi bentuk tubuh tang luar biasa. Efek samping dari  konsumsi vitamin pasca operasi plus gangguan hormon, akhirnya berat badan tak terkendali. Ya sudahlah...dinikmati saja. Ini adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus kulalui. Nikmati hidup yang ada, kekhawatiran hanya akan mengurangi kebahagiaan hidup yang singkat. Tak tahu umur akan sampai dimana, jalani saja dengan bahagia. Right?

19 February 2014

CTScan Abdomen di RSD Raden Mattaher

Rabu pagi, siap meluncur ke RSD untuk CTScan sesuai dengan jadwal yang diberikan dari loket radiologi. Sudah berpuasa dari setelah makan malam jam 7 kemaren, si lambung mulai merintih. Sudha hampir jam 8 si Abhim belum bangun juga, akhirnya angkat aja sama iler-ilernya...:D, masuk ke mobil akhirnya dia terbangun juga. Dibawa ke rumah keduanya, dia rewel ga mau turun, akhirnya harus bujuk rayu dulu sekitar lima belas menit, plus mandiin Abhim karena dia belum mandi.

Sampai di RSD jam 9 pas. Menuju loket, menyerahkan berkas, dan duduk manis menunggu panggilan. Tiga puluh menit kemudia dipanggil untuk tanda tangan surat pernyataan. Duduk lagi. Lima belas menit kemudian dipanggil untuk menyerahkan Buavita. Sengaja kubawa empat kotak yang ukuran 250ml (padahal cuma disuruh bawa 2 kotak), kuserahkan semua, sisanya buat mas penjaga loket dan petugas lain (buat sogokan...:D).

Lima menit kemudian satu kotak Buavita yang sudah ada bekas tusukan jarum suntik dikeluarkan dari loket, disuruh minum sampai habis. Tegukan pertama langsung disergap rasa...pahitttt. Ternyata sudah dikasih obat (Yodium?). Teguk demi teguk kunikmati dengan ekspresi yang khas, akhirnya habis juga. Dikasih info tambahan, kalau terasa mau pipis harus ditahan, tapi tidak ada rasa ingin pipis karena emang dari tadi belum minum.

Menunggu 45 menit, akhirnya dipanggil ke pintu satu. Brrr...ruangan yang dingin menyambutku. Petugasnya hanya satu, seorang ibu menyambutku, memberi instruksi agar aku berbaring di meja elektrik. Tidak ada instruksi buka baju (padahal di blog-blog yang kubaca harus buka baju...?). Celana panjang harus diturunkan sebatas lutut karena ada logamnya di bagian retsleting. Berselimut putih garis-garis aku berbaring agak 'ngeri'. Kutanya, "tutup mata atau buka mata bu?" Ibu petugas bilang boleh buka boleh tutup matanya. Trus kutanya lagi, "bahaya dak bu?" Ibu itu menjawab, "tidak, cuma difoto aja.."Weeeww, cuma difoto katanya. Kenapa tidak ada penjelasan tentang efek samping dari pemeriksaan ini? Padahal kan ada efek samping dari radiasinya.

Beberapa menit kemudian, mejanya sudah bergerak ke atas dan petugasnya keluar ruangan. Kalo gak bahaya, ngapain petugasnya gak disitu aja hayooo...? Meja bergerak menuju terowongan, aku memilih menutup mata demi amannya. Ternyata benar, ada sinar merah yang menyilaukan (walaupun sudah tutup mata), dan ketika terakhir kulihat memang ada tulisan disitu agar tidak menatap ke arah sinar itu pada saat menyala. Tuh kan? Untung aku tutup mata.

Badanku yang diikat di meja elektrik itu bergerak maju perlahan dan kemudian ada instruksi dari intercom agar aku menarik nafas, keluarkan...dan tahan.....! Agak lama sampai ada instruksi lagi untuk 'nafas biasa'. Ada sekitar tiga kali tahan nafas, yang terakhir agak lama tahan nafas dan aku sudah tak tahan akhirnya 'mencuri' nafas...hehe

Sekitar 20 menit proses itu, kemudian pintu dibuka. Beberapa orang masuk membawa alat suntik. Petugas menyuntikkan cairan kontras (yodium) ke lengan kananku, mengatur tanganku agar lurus ke atas kepala,  memberi 'kode' ke dokter radiologi di balik ruangan, dan kemudian mereka buru-buru kabur dari ruangan itu... nah lo! Pemeriksaan sekali lagi, masuk ke terowongan dan selesai. Mereka masuk lagi, mencabut jarum, menempel plester dan pergi, tinggallah aku sendiri lagi. Masih ada lagi?Oh rupanya sudah selesai. Petugas pertama datang memberi tahu kalau sudah selesai dan membuka ikatan tubuhku. Ternyata hasilnya baru bisa diambil keesokan harinya sekitar jam 10.